Sabtu, 05 November 2011

DAMPAK GLOBAL WARMING di 5 BENUA

GLOBAL WARMING
Australia
Terumbu karang terancam
Dunia telah kehilangan hampir 20 persen terumbu karangnya akibat emisi karbon dioksida. Jika kecenderungan emisi karbon dioksida saat ini terus berlangsung, banyak terumbu karang mungkin akan hilang dalam waktu 20 sampai 40 tahun mendatang, dan ini akan memiliki konsekuensi bahaya bagi sebanyak 500 juta orang yang bergantung atas terumbu karang. CO2 yang diserap mengubah samudra menjadi lebih asam, yang secara serius merusak sangat banyak biota laut dari terumbu karang hingga kumpulan plankton dan dari udang besar hingga rumput laut.

Pulau Tuvalu Krisis Air Bersih dan terancam tenggelam
Tuvalu adalah negeri kepulauan kecil di samudera Pasifik ( dekat Australia ), mengumumkan situasi darurat terkait semakin tipisnya persediaan air bersih. Menipisnya persediaan air bersih sudah mempengaruhi ibukota, Funafuti dan beberapa pulau lainnya. Menipisnya persediaan air bersih ini salah satunya diakibatkan tidak turunnya hujan selama enam bulan di Tuvalu akibat global warming. Selain masalah air bersih, Tuvalu juga terancam tenggelam akibat naiknya permukaan air laut karena pemanasan global, sebab kepulauan ini hanya memiliki tinggi daratan rata-rata dua meter.
Banjir di Australia
Banjir yang baru-baru ini terjadi di Queensland, Australia, merupakan banjir terparah di negara itu, setidaknya dalam tiga dekade terakhir. Para ilmuwan mengutarakan bahwa banjir ini sangat mungkin memiliki keterkaitan dampak dengan perubahan iklim akibat pemanasan global.
Mencairnya Lapisan Es Antartika Barat
Hilangnya beting es di beberapa tempat pada kenaikan suhu hingga 1ºC sudah terlihat. Kenaikan suhu di atas 2ºC akan menyebabkan sebagian wilayah es Antartika Barat mencair dan air laut akan naik setinggi 1,5-5 meter selama berabad-abad hingga ribuan tahun.
Populasi habitat hewan platypus di Australia terancam punah
Pemanasan Global mengakibatkan penyusutan populasi habitat hewan platypus di Australia. Suhu kering akibat pemanasan yang secara terus menerus dapat mengancam kelangsungan hidupnya.




EROPA
• Kerusakan ekosistem flora di Eropa
hutan-hutan rusak karena terbakar; tanaman-tanaman yang stres, bukannya menyerap karbon, mulai melepaskan karbon yang pernah diserapnya ke atmosfer.
• Di bawah lapisan es Kutub Utara tersimpan karbon dan metana dalam jumlah besar
Bila es mencair, maka kedua gas rumah kaca ini akan dilepaskan ke atmosfer. Jumlahnya tidak main-main! Lapisan es Kutub Utara mengandung 2 kali lipat jumlah karbon yang ada di atmosfer. Penelitian dua puluh lebih ilmuwan lingkungan yang dikepalai oleh Profesor Ted Schuur dari University of Florida yang dimuat dalam jurnal Bioscience edisi September 2008 menunjukkan bahwa 1.672 miliar metrik ton karbon terkurung di bawah lapisan es dan jumlah ini dua kali lipat dari 780 miliar ton karbon yang ada di atmosfer saat ini.
• Jutaan ton metana ini mulai terlepas dari dasar laut Arktik
Para ilmuwan Arktik menemukan bukti nyata bahwa jutaan ton metana ini mulai terlepas dari dasar laut Arktik. Mereka menemukan sejumlah area yang berbuih di lautan karena gas metana meruap dari dasar laut. Tak berapa lama kemudian ditemukan kembali ratusan gelembung metana yang meruap dari dasar laut di daerah Svalbard di Arktik. Ancaman serius juga berasal dari endapan hidrat metana yang tersimpan di dasar laut. Endapan ini terdapat di seluruh pinggir benua dan terlepas bila laut menjadi panas. Dengan hilangnya lapisan es yang mengakibatkan 90% panas matahari langsung masuk ke dalam lautan, endapan metana ini bisa terlepas dari dasar laut.
• Dampak Pemanasan Global, Eropa dan Amerika Serikat Beku
Para ilmuwan menegaskan, badai salju dan suhu dingin ekstrem yang melanda Eropa dan Amerika Serikat, akhir-akhir ini adalah efek langsung dari pemanasan global. Anomali iklim tersebut masih mengakibatkan gangguan transportasi
• Penyerbukan lebih lama dan timbul penyakit
Pemanasan global juga menyebabkan musim penyerbukan berlangsung lebih lama sehingga meningkatkan resiko munculnya penyakit yang ditimbulkan oleh kutu di wilayah Eropa Utara. Penyakit lain yang teridentifikasi adalah lyme, yang disebabkan oleh semacam bakteri di Amerika Utara, Eropa, dan Asia. Gejalanya berupa sakit kepala, kejang, dan nyeri sendi. Penyakit itu berpindah melalui gigitan sejenis kutu rusa yang yang telah terinfeksi lyme. Bakteri yang sama juga banyak ditemukan pada tikus.
• Pemanasan Global Aktifkan Bakteri Vibrio di Laut
Penelitian oleh 17 lembaga kelautan Eropa menyatakan pemanasan global menyebabkan proliferasi bakteri Vibrio, yang dapat menimbulkan berbagai penyakit seperti kolera dan gastroenteritis.


AFRIKA
• Naiknya suhu udara akan menyebabkan puluhan juta orang menderita kekurangan air dan terancam oleh penyebaran penyakit malaria , merosotnya hasil panen, dan rusaknya banyak ekosistem
• Musim panas dan kebakaran hutan makin parah di seluruh dunia, dari Amerika bagian barat hingga Australia, bahkan sampai Gurun Sahel di Afrika utara.
• akibat pemanasan global, puncak Gunung Kilimanjaro di Afrika, puncak saljunya akan cepat meleleh, hal itu mungkin benar-benar hilang dalam 20 tahun.
• nyamuk-nyamuk semakin berkembang biak erutama di Afrika dan Asia. Dua penyakit serius akibat gigitan nyamuk, yaitu malaria dan demam berdarah dengue, sangat sensitif terhadap perubahan iklim .


ASIA
• Meningkatnya wabah penyakit seperti demam berdarah , malaria dan penyakit lainnya di Indonesia
Karena suhu makin hangat, maka dengan sendirinya jentik nyamuk DB (Demam Berdarah) dan Malaria akan memiliki siklus hidup yang lebih pendek dan masa inkubasi penularan yang lebih singkat. Maka ledakan populasi nyamuk berbahaya ini akan bersifat lethal bagi masyarakat. Termasuk juga jenis penyakit lainnya seperti Diare, Leptospirosis, Asma, Kanker Kulit dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (COPD).
• Perubahan Iklim
Peningkatan temperatur Bumi dan curah hujan yang lebih lebat
• Pertanian
Mengubah pola presipitasi, penguapan, air limpasan dan kelembaban tanah , resiko terjadinya ledakan hama dan penyakit tanaman serta terancamnya ketahanan pangan
• Kelautan
- Naiknya permukaan air laut (bisa menenggelamkan
daerah pesisir yang produktif)
- Pemanasan air laut yang mempengaruhi keanekaragaman
hayati laut ,Peningkatan jumlah penyakit yang dibawa melalui air dan
vektor
• Satwa
- Perubahan habitat. Hilangnya daerah pesisir berakibat pada
keanekaragaman hayati serta migrasi penduduk yang hidup
di kawasan ini , Penurunan populasi amfibi secara global
• Dengan suhu yang semakin meningkat, sekitar 1 miliar penduduk akan menderita akibat menyusutnya produksi pertanian, berkurangnya persediaan air, meningkatnya peristiwa cuaca yang ekstrim (badai, banjir, dan kekeringan).
• Akibat Pemanasan Global, Sungai di China Terancam Kering
Sejumlah peneliti menyebutkan bahwa gletser di dataran Qinghai, China dan kawasan Tibet mencair dengan kecepatan yang lebih tinggi, akibat pemanasan global. Menurut pakar, sebuah bagian dari gletser, yang menjadi sumber air utama sungai terbesar di negeri itu yakni Sungai Kuning dan Lancang, telah mencair di kawasan seluas 2.400 kilometer persegi , mencairnya gletser ini akan berpotensi menimbulkan kekurangan air dan bahkan keringnya sungai tersebut .

AMERIKA
• Lapisan es di belahan bumi utara mencair dan menyebabkan kerusakan jalan-jalan dan bangunan-bangunan di sebagian Kanada dan Rusia.
Kutub Utara berada di atas es yang lebih kecil dan lebih tipis dibandingkan dengan sebelumnya, sementara es tua yang kuat mulai digantikan es muda yang cepat mencair. Demikian dikatakan beberapa peneliti di NASA dan National Snow and Ice Data Center di Colorado. Menurut para peneliti tersebut, maksimum es laut Artik pada musim dingin ini bertambah 15 juta dan 150.000 kilometer persegi, sekitar 720.000 kilometer persegi lebih kecil dibandingkan dengan rata-rata wilayah Kutub Utara antara 1979 dan 2000
• Tanah di daratan terkontaminasi
Tanah di daratan telah terkontaminasi karbon dioksida dari atmosfir. Tingginya kadar karbon dioksida yang diserap membuat tingkat molekul dalam tanah berubah, sehingga mempengaruhi kehangatan di Bumi. Selain itu, pengaruh kadar karbon dioksida yang terlalu tinggi dapat membahayakan kelangsungan makluk hidup di tanah.
• Gletser di seluruh dunia menciut tiga kali lebih cepat dibanding tahun 1970'an dan rata-rata tiap gletser telah kehilangan es setebal 25 kaki (7,62 m) sejak 1997.
• Pengukuran menunjukkan bahwa sejak tahun 2000, Greenland telah kehilangan lebih dari 1,5 triliun ton es, sementara Antartika 1 triliun ton sejak 2002. Menurut beberapa laporan dari Dewan Antar-Pemerintahan untuk Perubahan Iklim, para ilmuwan tidak mengantisipasi hilangnya lapisan es di Antartika, kata Weaver. Dan rasio kecepatan melelehnya es makin tinggi, sehingga lapisan es di Greenland kini meleleh dua kali lebih cepat dibanding tujuh tahun lalu, sehingga meninggikan permukaan laut.
• Dengan kenaikan suhu hingga 1ºC, puluhan juta penduduk Amerika Latin menderita kekurangan air;
• beberapa spesies endemik terancam oleh alih fungsi lahan dan perubahan iklim.
• Kenaikan suhu di atas 1ºC menyebabkan lebih dari ratusan juta orang kekurangan air;
• daerah dataran rendah di pinggir pantai, yang berpenduduk padat, terancam oleh naiknya air laut dan semakin intensnya badai di pesisir pantai;
• keragamanan hayati lenyap secara besar-besaran khususnya di Amazon.
• Musim panas dan kebakaran hutan makin parah di seluruh dunia, dari Amerika bagian barat hingga Australia, bahkan sampai Gurun Sahel di Afrika utara.
• Banyak spesies kini terancam karena berubahnya iklim. Bukan saja beruang kutub yang kepayahan bermigrasi (yang telah menjadi ikon pemanasan global), tapi juga pada kupu- kupu yang sangat rapuh, berbagai spesies kodok, dan juga pada hutan-hutan pinus di Amerika utara.
• Amerika dan Kanada Beku
Badai salju hebat juga memaksa orang Amerika menggigil dan menghadapi kekacauan rencana. Wilayah timur laut mendapat pukulan terburuk dari badai yang diprakirakan bergerak ke utara pantai timur Amerika Serikat dan membawa salju dalam jumlah signifikan.
• Amerika Alami Kekeringan Parah Akibat Pemanasan Global
Pemanasan global yang makin hari makin parah membuat Amerika Serikat (AS) mederita karenanya. Di negeri Paman Sam itu rekor kekeringan terparah terjadi.Ilmuwan mengatakan, persentase lahan yang menderita kekeringan mencapai tingkat rekor pada Agustus di Texas, Oklahoma dan Kansas. "Rekor 81,08% Texas akan dilanda kekeringan mulai dari 31 Agustus


Read More